What do you think about love?
hahaha susah dibicarakan ya, karna itu menyangkut perasaan seseorang :)
tapi nih ya, cinta sebenarnya indah loh kalau lagi enak-enaknya. tapi cinta juga suram loh (haha) kalau kita merasakan pahitnya, Right?
setuju gak dengan pernyataan "being in love is sucks"? pernyataan itu aku baca dari sebuah buku novel. kalau aku sih SETUJU. tapi pernyataan itu ditujukan bagi orang yang sakit hati karna cinta :D tapi kalau bagi orang yang hatinya lagi berbunga-bunga kayak taman bunga sih enggak setuju dengan pernyataan itu :)
tapi ya perlu dicatat "being in love is something that i could never explain.... To me, being in love is something that comes NATURAL, something that you should ENJOY"
banyak tuh istilah "berkorban demi cinta" atau pun "cinta tidak harus memiliki" kalau istilah yang kedua ini saya setuju sih, tapi kalau yang pertama masih fifty-fifty :D
kadang kalau lagi sakit hati tuh sama cowok, pasti nyalahin perasaan sendiri deh, ngomel2 sendiri gak jelas. mau banting2 barang aja kerjanya, emosi meledak meletup kayak petasan. heh mood pun kacau balau (it's me)
terkadang ya enggak semua insan di dunia (cie ileh bahasanya bookkk :D) mendapatkan apa yang diharapkannya dalam urusan cinta. dan banyak juga tuh yang dapat kan cinta bertepuk sebelah tangan seperti saya ini. duuhh sakit hati banget loh kalau udah namanya cinta bertepuk sebelah tangan, iya kan ? tapi itu masa lalu. YEAHH !!
apa lagi tuh yang mukanya pas-pasan (haha) *upss bukan menghina* saya juga katagory pas-pasan :( lebih sering cta bertepuk sebelah tangan tuh :D lihat cowok ganteng rasanya gak tau diri mau ngegebet dengan muka yang ..... *sensor* mending mukanya pas standard, ini gak, jauh dari standard. kalau gitu sih aku bagusan buru-bburu operasi plastik tuh hahaha :D *kidding*
sempat terlintas gak di otak kelen, kenapa kita bisa mencintai seseorang sedangkan org itu belum tentu mencintai kita? kalau aku sih sering banget tapi belom dapat jawaban yang kongkrit.
sempat terlintas juga gak sih di pikiran kelen, kenapa kalau cowok tampangnya oke banget enggak mau sama tampang cewek yang di bawah standard?
banyak sih pertanyaan yang enggak sengaja di save di otak aku yang kecil ini :D entah kenapa pertanyaan itu dan rasa penasaran ku dengan jawabannya lebih besar ketimbang minat aku untuk ngesave materi pembelajaran disekolah HAHAHA :D
itulah manusia (haha) apalagi yang masa-masa pubertas, diotak penuh nama cowok yg disukai. belum bisa berfikir dewasa *sigh*
*flashback*
dulu ada yang suka sama aku dan nembak deh ceritanya. terus iseng2 aku terima tuh cowok. aku masang target 5 hari untuk macarinnya *sadiskan?* aku enggak sungguh2 mau pacaran sama cowok itu. dengan berbagai alasan ku putusin dia. begitu juga cowok selanjutnya. tapi dengan target harinya berbeda. kali ini lebih lama. 1 minggu, lebih lama 2 hari :D *gk punya otak aku* aku enggak mikir KARMA yang akan ku tanggung sendiri atau kelak ditanggung keluarga ku. duuuhhh kalau udah masalah karma, angkat tangan deh akunya :( jadi singkat cerita cowok kedua yang hanya berjalan 1 minggu itu ku putusin juga dgn banyak alasan. ehh saat aku smp punya sahabat cowok. heh baek banget dia, jadi salah mengartikan kebaikan dia, ku kira dia suka dgn ku. aku mulai jatuh hati sama anak cowok itu, sampai akhirnya enggak ada angin gadak hujan nih cowok nanyak gitu perasaan aku sama dia *langsung loncatloncat :D* sumringah banget aktu itu aku :D singkat cerita kami jadian dan putus dengan waktu yg sangat singkat, lebih singkat dari cowok yg ku maenin itu. makjang betulan kerasa banget KARMA nya loh :'( ehh bukannya aku benci sama cowo yg mainin aku, malah makin lopelope :D itu tuh salah satu sifat yg susah ku ilangi "susah melupakan org yg betul2 aku sayangi"
anehnya dalam hidup aku ini, saat aku bertekat untuk sungguh2 melupakan dia dan kenangan indah itu, malah dia nongol dalam hidupku lagi. itu yg membuat aku GALAU sendiri :D tapi saat aku butuh dia dan mempertahankan perasaanku, dianya ngilang kayak di rondokin setan. RIBET banget deh
mulai sekarang ini, aku gak mau lagi tu maen2 sama yang namanya cinta, takut kena karma :D
Rabu, 23 November 2011
Moody
Ku naiki Angkutan Umum yang langsung meluncur ke Pajak USU yang sering dikenal dengan “Pajus”. Ya aku dan Nisa menemani Yana untuk membeli tabloid yang murah sesuai dengan kantong anak pelajar seperti kami. Di sepanjang perjalanan Nisa dan Yana terus mengobrol, dan aku hanya membaca novel yang ku pinjam dari temanku. Aku tidak terlalu suka sih baca novel esay, tapi berhubung minjam gak masalah lah. Hitung-hitung nambah wawasan tentang gimana nulis yang bagus.
Entah kenapa, aku suka kali dengan menulis. Aku sering memasukkan masalah pribadiku sendiri dalam tulisan ku. Tapi perlu dicatat, enggak semua tulisanku itu masalah pribadiku, Okey? Semasa SMP, meja belajarku penuh dengan buku-buku yang di dalamnya karya tulisku. Kadang kalau aku lagi susah tidur, aku sering menulis dan akhirnya mataku kenak dampaknya. Aku jadi harus memakai kacamata yang ketika ku periksa aku terkena rabun jauh yang sering dibilang min, kata dokternya min aku sudah tinggi dalam permulaan memakai kacamata. Itu menjadi salah satu factor orang tuaku tak mengizinkan hobi yang dari SD sudah ku sukai.
Kedua orang tuaku marah kalau aku nulis-nulis yang kata mereka sih, tulisan aku enggak bermakna, enggak ada bagus-bagusnya. Mereka pun enggak segan-segan membakar semua buku-buku tulisanku dan novel-novel yang ku beli dari uang jajan ku sendiri. Aku hanya menangis dikamar melihat mereka membakar semua impianku untuk mejadi seorang penulis.
Dengan sikap mereka yang sangat menentang keras hobiku itu, aku mulai malas menulis dan membaca novel. Bagiku sepertinya tak berguna bakat ku itu kalau mereka terus terusan membuang dan membakar tulisanku.
***
Tanpa kusadari Angkutan Umum yang ku tumpangi telah berhenti di depan Pajus. Aku mengikuti langkah Yana dan Nisa menuruni Angkutan Umum itu dan membayar ongkos kami masing-masing. Yana dan Nisa pun melangkah duluan dan aku hanya mengikuti mereka dari belakang menyusuri jalan yang kanan kiri penuh dengan kios. Aku melihat kanan kiriku sembari mencari barang yang unik yang bisa ku beli di pajak bersih ini.
Kami berhenti ditoko pertama, toko yang menjual segala macam majalah. Yana yang sangat mengidolakan Actor dan Aktris Korea langsung masuk dan mencari-cari majalah dan poster-poster idolanya itu. Aku dan Nisa hanya melihat-lihat saja sembari menunggu Yana. Kami terus menjelajahi setiap jalan di pajak itu sampai kami sendiri kecapekan.
***
Langit sudah menunjukkan muka suramnya. Kami langsung menyudahi acara shoping dan langsung berlari ke jalan untuk menunggu Angkutan Umum yang sesuai dengan jalur kami. Aku semakin takut dan berpikir gimana nanti aku pulang ya? Basah semua lah baju dan tasku.kegelisahan tak urung pergi dari hatiku karna Angkutan Umum yang akan kami tumpangi tak kunjung menampakkan bodynya.
Kegelisanku sedikit terobati lantaran aku sudah menaiki Kendaraan yang akan membawa ku pulang. Aku mengobrol dan bercanda ria dengan Nisa dan Yana untuk menghiraukan rasa gelisah yang terus melaanda hatiku.
Gleduk!
Suara petir yang kuat membuatku ingin menangis. Tapi berhubung malu banyak orang di angkutan itu, aku mengurungkan niatku untuk merengek ingin cepat pulang. Hal yang sangat aku takuti saat aku berada diluar dengan kondisi langit terus menangis adalah petirnya. Aku takut banget kalau lagi diluar saat hujan, ingin rasanya minta bantuan sang malaikat penolong untuk mengantarkan ku pulang. Tapi belom pernah ada tuh malaikat penolong yang datang menghampiriku.
Beberapa kali langit telah menghentakkan petirnya yang membuat aku terus ketakutan seraya berdoa semoga aku selamat sampai ruma. Belum lagi aku harus naik angkutan umum yang mengarah ke rumahku. Aduh malas banget deh kalau sudah hujan begini. Dengan muka yang gelisah aku menatap jendela kendaraan yang kutumangi. Kacanya mulai berembun dan dingin. Aku menggoreskan jari telunjukku dan menulis nama di kaca itu.
“Seperti anak-anak” Celetuk Yani dengan tawa kecil. Aku menatap mukanya yang sangat lucu saat tertawa.
“Bagian yang sangat ku suka dalam hujan adalah embun dan tetesan hujannya.” Jawabku dengan sok romantis. Yana dan Nisah tersenyum sembari menggeleng kepala bersamaan. Aku kembali ke kegiatan yang membuatku tidak gelisah lagi
“Kelihatan banget nih, masa kecilnya sangat suram” Celetuk Nisa lagi yang membuat kami bertiga tertawa melepas keheningan didalam Angkutan itu.
***
Aku turun duluan dari Angkutan Umum itu dan menyebrang untuk naik Angkutan yang akan melewati depan rumahku. Hujannya tak sederas tadi, hanya tersisa rintikan-rintikan hujan yang sangat ku sukai. Aku menunggu Angkutan di depan pasar sembari berteduh dibawah atap kedai kecil pinggir jalan. Aku melihat sepatuku yang sudah basah lantaran air yang menguap merendam kaki ku sampai semata kaki.
Berpikir untuk besok tidak sekolah lantaran sepatu basah begini enggak mungkin akan kering sampai besok pagi. Tapi aku yakin Ayah pasti tidak mengizinkanku untuk libur sehari karna gara-gara sepatuku basah. Aku juga tak punya sepatu cadangan, maklum lah ayah yang berdarah Padang sangat pelit untuk membeli barang yang sudah ada. Contohnya sepatu aja. Kalau belum hancur nih sepatu, dia enggak bakalan membeli sepatu yang baru. Hal itu sudah ku pahami dari aku kecil.
Tetesan air bening yang turun dari langit terus membuatku ingin bermain air. Mungkin benar kata Nisa ya, masa kecilku sangat suram. Sehingga aku sering melakukan yang seharusnya anak SMA seperti ku tidak melakukannya. Tapi inilah aku. Ya aku menyukai kebiasaan yang bisa dibilang seperti anak kecil.
Di tengah lamunanku dengan terus memainkan air hujan yang turun, sebuah mobil melaju dengan kecepatan yang lumayan membuatku basah dan kotor. Ia melindas genangan air didepanku yang pastinya membasahi seragam sekolahku. “Dasar orang kaya belagu” teriak ku dengan emosi. Aku persis seperti anak gembel yang sangat jorok. Mood ku langsung berubah, aku uring-urungan sendiri sembari melihat Angkutan yang tak kunjung muncul.
Tampak dari kejauhan Angkutan yang akan aku tumpangi berjalan pelan. Aku menyetopnya dan naik. Tidak ada satu pun penumpang di Angkutan itu, hanya aku. Aku mengmbil bangku paling pojok biar bisa merebahkan badanku. Angkutan yang ku naiki berhenti dan seorang cowok berparas nan tampan naik dan duduk mengambil posisi tepat di depanku. Aku yang dari awal naik Angkutan ini sudah masang mood gak enak menghiraukan laki-laki yang sempat senyum sama aku.
Nyesal banget sih tidak membalas senyuman cowok itu. Ya ampun, senyumnya semakin memancarkan aura yang sangat membuatku keleper-keleper. Tapi ada sedikit rasa malu sih sama nih cowok, baju ku kotor banget. Takutnya nih cowok senyum karna menahan tawa melihat aku persis seperti anak gembel yang hidup luntang lantung.
Susah nih kalau mood ku sudah hancur. Cowok ganteng aja bisa ku hambur- hamburin. Ah kacau lah! Moody salah satu sifat ku yang sangat aku kesali. Karna tak jarang mood ku hancur dalam waktu yang tak tepat. Salah satunya saat ini. Sampai Angkutan ini membawaku sampai didepan rumahku pun aku tetap masang muka jutek yang membuat cowok itu mengurungkan niatnya untuk senyum sama ku. Nyesal banget sih. Tapi mau segimana gantegnya cowok di depan aku kalau mood aku hancur, ya hancur juga tuh mimic mukaku. Ujung-ujungya nyesal senidiri deh.
INI CERPEN PERTAMA YANG SAYA POST DI BLOG. MAAF KALAU ANDA SEBAGAI PEMBACA TIDAK SUKA ATAU ADA KESALAHAN, MUNGKIN BISA DIKRITIK :)
Selasa, 22 November 2011
NEW
haloo...
namaku zihni syarah, sering dipanggil zini :)
sekarang aku masih kelas 2 SMA di salah satu sekolah negri islam di MEDAN.
aku baru buat blog nih. berhubung aku suka banget sama yang namanya nulis, jadi aku buat blog ini pingin cantumkan tulisan2 ku. mungkin ada yang suka bacanya:)
yaudah deh, cuma ini aja sih perkenalan dari aku :D *gak penting*
namaku zihni syarah, sering dipanggil zini :)
sekarang aku masih kelas 2 SMA di salah satu sekolah negri islam di MEDAN.
aku baru buat blog nih. berhubung aku suka banget sama yang namanya nulis, jadi aku buat blog ini pingin cantumkan tulisan2 ku. mungkin ada yang suka bacanya:)
yaudah deh, cuma ini aja sih perkenalan dari aku :D *gak penting*
Langganan:
Postingan (Atom)
